Rachel Vennya

Pengakuan Rachel Vennya Disaat Terpuruk

Posted on

Nama Rachel Vennya sempat menjadi perbincangan publik pada akhir tahun 2021 yang lalu karena kabur dari lokasi karantina di Wisma Atlet.

Peristiwa tersebut membuatnya divonis bersalah atas kasus pelanggaran karantina Covid-19 dan dijatuhi hukuman percobaan 4 bulan penjara serta denda sebesar Rp.50 juta.

Kasus itu bagi dirinya menjadi titik balik dan membuatnya benar-benar merasa terpuruk. Keterpurukan itulah yang dia paparkan melalui video yang diunggah di channel YouTube pribadinya dengan judul Story of My Life.

Pribadi Rachel Vennya yang Ambisius dan Pemarah

Melalui video berdurasi 19 menit 34 detik, Rachel Vennya awalnya menceritakan masa kecilnya yang sering kali di-bully teman-temannya setelah orangtuanya bercerai.

Kondisi itulah yang membuatnya tumbuh menjadi pribadi ambisius dan pemarah. Dia ingin meraih sukses dan membuat orang-orang yang dulunya underestimate kepada dirinya menyesal, termasuk ayahnya.

“Pokoknya gue terus berusaha agar orang-orang yang dulunya ngerendahin gue menyesal, utamanya bokap gue. Gue pengin suatu ketika nanti bokap gue datang dan membutuhkan gue. Gue pengin jadi orang yang dibutuhkan dan membuat mereka tidak lagi ngrendahin gue,” papar Rachel Vennya.

Untuk dapat mewujudkan ambisinya tersebut, diapun bekerja keras. Dia lakukan apapun agar dapat meraih sukses, mulai dari berjualan coklat, berjualan pakaian sampai kemudian memiliki bisnis yang dia bangun bersama kekasihnya.

Baca juga:  Cerita Rachel Vennya Tentang Cara Kabur Dari Karantina Dalam Persidangan

Kerja keras itulah yang akhirnya membuahkan sukses, bahkan kesuksesan tersebut melebihi apa yang dia bayangkan. Dia kerapkali disanjung, dipuji, dieluh-eluhkan dan diapresiasi oleh banyak orang sehingga membuatnya merasa spesial.

“Sampai akhirnya gue merasa, tepuk tangan dari orang-orang lumayan adiktif dan membuat gue nggak ingin menghancurkan ekspektasi mereka.”

Namun, kesuksesan tersebut ternyata tidak selamanya menyertai. Peristiwa kabur dari lokasi karantina di Wisma Atlet menjadi awal dari keterpurukannya dan diakui oleh Rachel Vennya bahwa itu karena kesalahannya sendiri.

“Sebelumnya gue nggak pernah membayangkan, nggak pernah terpikir akan terjadi peristiwa seperti kemarin. Gue merasa hancur gara-gara gue sendiri,” kata selebgram yang lahir pada 25 September 1995 ini.

Dengan kejadian yang dialaminya tersebut, Rachel Venya sadar banyak orang yang kecewa dan sakit hati. Untuk itu dia meminta maaf kepada orang-orang yang merasa dia kecewakan.

“Gue meminta maaf kepada orang-orang yang kecewa. Ternyata gue tidak seperti yang kalian pikirin,” kata ibu dua anak iui. Karena itu Rachel Vennya berpesan kepada mereka yang merasa kecewa dan mungkin membencinya agar tidak lagi mengikuti dan melihat akun-akun medsosnya.

Baca juga:  Daftar 6 Kasus Kontroversial Artis 2021 Yang Menggemparkan!

Diperlakukan Kasar Saat Menjalani Pemeriksaan

Dalam video tersebut Rachel Vennya juga bertutur saat dia menjalani prosedur pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Ketika itu dia dihantui perasan takut. Terlebih di Polda banyak sekali kerumunan orang

Ternyata, ketakutannya terbukti. Saat melewati kerumunan orang, beberapa diantara mereka ada yang mendampratnya dengan kata-kata kasar, ada yang mencubit serta mendorong kepalanya dari belakang. Mantan istri Nino AL Hakim inipun merasa panik dan tidak kuasa menahan tangis.

“Saat itu gue bilang pada gue sendiri, ‘nggak apa-apa, itu cuma oknum, itu cuma orang-orang iseng’,” kata Rachel.

Saat itu dia mengaku hanya bisa menunduk mendapat perlakuan kasar dari orang-orang. Semua dia terima dengan ikhlas dan tidak ada keinginan sedikitpun untuk membalas.

“Padahal dulu, kalau ada yang ngrendahin gue, pasti gue lawan, bahkan ngelawannya bisa menggila. Tapi saat itu, dalam pikiran gue, ‘sumpah kalau gue mau lo bunuh atau lo tusuk, gue ikhlas’,” paparnya.

Pasca peristiwa Wisma Atlet tersebut Rachel Vennya lebih banyak mengurung diri di dalam kamar. Dia tidak hanya menyesali perbuatannya, tapi juga merasa takut untuk bertemu dengan banyak orang. Dia merasa semua orang tengah membicarakan sesuatu yang buruk tentang dirinya.

Namun karena urusan pekerjaan, suatu hari dia harus keluar rumah dan melakukan meeting di sebuah restoran. Ketika berada di restoran itulah ada sekelompok orang yang tengah memandang ke arah dirinya sambil berbisik-bisik.

Baca juga:  Heboh! Putusan Hakim Saat Sidang, Rachel Vennya Tak Dipenjara

Seketika dia langsung berprasangka kalau orang-orang tersebut tengah membicarakan kejelekannya. Diapun merasa malu dan terus menunduk sehingga tidak fokus selama meeting.

Prasangka tersebut ternyata keliru. Orang-orang itu memang tengah membicarakan dirinya, tapi tidak membicarakan kejelekannya.

“Pas pulang, aku disamperin sama mereka sambil bilang ‘Kak, semangat ya, yang kuat.’ Di situ rasanya gue kayak mau nangis. Nggak nyangka, ternyata masih ada yang memandang gue sebagai manusia,” kata Rachel dengan mata berkaca-kaca.

Semenjak kejadian itu Rachel Vennya mulai berani keluar rumah untuk menjalankan aktifitas sebagaimana biasa sambil terus menyemangati diri untuk bangkit kembali. (*)