Nia Dinata

Nia Dinata Hadirkan Komedi Gelap Lewat ‘Turut Berduka Cita’

Posted on

Sebuah serial dark comedy akan digarap oleh sutradara Nia Dinata dengan judul Turut Berduka Cita. Serial ini merupakan kerjasama pertamanya dengan WeTV yang sebelumnya sukses lewat tayangan Layangan Putus.

Melalui konferensi pers yang digelar di Jakarta, Rabu (26/1/2022), sutradara yang pernah menggarap tujuh judul film ini menyampaikan bahwa melalui serial Turut Berduka Cita dia ingin mengingatkan bahwa sesuatu yang pasti dalam kehidupan siapapun di dunia ini adalah kematian!

Tawa Dibalik Suasana Duka

Sebagai sebuah serial dengan genre satire, Turut Berduka Cita akan mengajak penonton masuk ke dalam suasana duka namun dilihat dari sisi yang berbeda yaitu sisi yang dapat membangkitkan gelak tawa.

“Filosofi yang terkandung dalam komedi ini yaitu sesuatu yang pasti dari kehidupan adalah kematian. Karenanya disaat kita menjalani kehidupan persiapkan juga sesuatu yang pasti itu,” kata Nia Dinata dalam konferensi pers.

Dalam serial yang akan digarap tersebut, menurut pemilik nama asli Nur Kurniati Aisyah Dewi ini, penonton akan disuguhi suasana duka cita sejak episode pertama. Suasana duka cita itu disebabkan karena kematian tokoh Rauf Affan yang merupakan seorang pengusaha.

“Pada episode pertama nanti, semua sudah berduka cita. Tapi karena digarap satire, maka dukanya dilihat dari sisi yang dapat membuat penonton tertawa. Kita pasti pernah merasakan peristiwa disaat ada salah satu anggota keluarga yang dituakan wafat. Awalnya kita merasa bersedih. Namun setelahnya kita akhirnya dapat ikhlas menerima dan bisa tertawa,” kata Nia.

Melalui serial ini, menurut Nia Dinata penonton akan memperoleh banyak pelajaran lewat penggambaran karakter-karakter dari tokoh-tokoh yang bermain dalam Turut Berduka Cita.

“Rauf yang merupakan pebisnis, selalu dapat memenuhi segala kebutuhan anak dan menantunya. Sementara si Nenek tidak hanya memberi contoh wisdom zaman dahulu, melainkan juga membuka mata keluarga bahwa hidup juga harus dinikmati,” papar Nia.

Cerita sekilas dari Turut Berduka Cita diawali dengan kematian pebisnis Rauf Affan, bapak dari tiga anak dan tiga cucu yang memiliki pengaruh besar di tengah-tengah masyarakat.

Cerita mengalir dengan menguak rahasia serta sisi terdalam dari perasaan masing-masing anggota keluarga sejak kematian pada hari pertama, ketiga, ketujuh hingga hari ke-40. Semua diungkap mulai dari istri mudanya yang berseteru dengan anak-anak perempuanya, salah satu menantunya yang berniat mencalonkan diri dalam pemilihan gubernur, anak bungsunya yang yang tidak kunjung pulang juga cucunya yang jadi pemain sepak bola.

Dibintangi Artis Papan Atas

Selain mengusung genre yang jarang sekali digarap, daya tarik lainnya dari Turut Berduka Cita adalah hadirnya bintang-bintang papan atas yang turut mendukung serial ini. Tercatat ada nama Tora Sudiro, Luna Maya, Atiqah Hasiholan, Ersa Mayori serta Oka Antara.

Menurut Nia Dinata, kehadiran bintang-bintang papan atas sebenarnya bukan hal yang utama bagi dirinya, siapapun pemerannya yang terpenting dapat mereprestasikan karakter dari tokoh yang dimainkan. Kebetulan merekalah yang terpilih saat casting.

“Bagiku yang terpenting mereka bisa merepresentasikan karakter. Saat casting draft pertama, semua sudah jadi, sehingga sudah dapat bayangan. Mereka yang bisa memprediksikan itulah yang dipilih dan jodohnya sama mereka,” terang Nia Dinata.

Di mata cucu Pahlawan Nasional Otto Iskandardinata ini, kemampuan akting dari seluruh pemain yang mendukung Turut Berduka Cita patut diacungi jempol. Selain itu mereka juga memiliki chemistry yang luar biasa.

Kesempatan untuk berkolaborasi dengan artis-artis papan atas tersebut membuat Nia Dinata serasa reuni sehingga membuatnya merasa senang dan terharu.

“Haru dan menyenangkan karena bisa reunian dengan artis-artis seperti Luna Maya, Jihane Almira, Tora Sudiro dan Ersa Mayori,” ungkapnya.

Dalam konferensi pers, produser Turut Berduka Cita, Sunil Samtani menyampaikan bahwa pihaknya dalam memproduksi serial tersebut lebih mementingkan kualitas, sehingga dalam pemilihan pemain sangat selektif.

“Di tengah suasana pandemi seperti sekarang ini, kita ingin menghadirkan produk tayangan yang bisa dinikmati, dapat membuat tertawa sekaligus terharu dan menangis. Disitulah kami bersama-sama berdiskusi terkait casting serta pemain-pemain yang terpilih,” ungkap Sunil.

“Untuk masalah budget, relatif. Karena yang kita utamakan adalah kualitas serta bagaimana serial itu nanti dapat menarik perhatian penonton,” tambah Sunil.

Target kualitas yang disampaikan Sunil sejalan dengan pemikiran Nia Dinata yang berharap serial Turut Berduka Cita nantinya memperoleh banyak penonton karena mengangkat cerita keluarga yang Indonesia banget namun memiliki pesan yang universal. (*)