Ernest Prakasa

Ernest Prakasa Bicara Tentang Musik, Komedi dan Film

Posted on

Meski lebih dikenala sebagai komika, Ernest Prakasa sebenarnya pernah berkecimpung di dunia musik dan kini menekuni industri perfilman.

Menariknya, ketiga industri hiburan yang dia tekuni semuanya sukses, sehingga tidak hanya memberikan materi tapi juga popularitas.

Lewat perbincangannya dengan Indra Jegel dan Rigen di channel YouTube Tema Indonesia pada 4/1/2022, ayah dua anak ini menuturkan perjalanan karirnya.

Berkecimpung di Dunia Musik

Awal karirnya di dunia hiburan adalah berkecimpung dalam industri musik selama enam tahun. Tiga tahun bekerja di Sony Music, selebihnya di dr.m.

“Tiga tahun kedua ngantor di dr. m. Sekarang dr. m itu salah satu agrerator YouTube terbesar di Indonesia, tapi dulu pas gue join dia sebenarnya music label,” ungkap Ernest Prakasa.

Lucunya saat bekerja di dr.m, karyawan di label musik tersebut hanya dirinya sendiri.

“Gue karyawan satu-satunya saat itu. Foundernya dua, gue karyawannya karena kan start up, baru. Dr. m sekarang jadi YouTube, dulu pertama berdiri label karena bos gue Morin lama di EMI Music. Yoris juga di dunia entertainment, jadi banyakan bosnya daripada karyawannya,” ujar Ernest sambil tertawa.

Meski hanya bekerja selama enam tahun di dua label musik dan hanya bekerja di belakang layar, artis bermata sipit ini mengaku sukses bekerja di industri musik.

Saat masih di Sony Music, dia mengaku ikut membantu mengorbitkan grup band Vagetoz.

“Vagetoz itu konsepnya Melayu, pada zaman itu lagi ngetop ST 12, Bagindas, terus muncul nih Vagetoz. Jadi kita sampai road show,” terangnya.

Sementara saat bekerja di dr. m, nama yang dia orbitkan adalah Last Child dan Saykoji.

“Jadi fun fact gue yang pertama kali pegang CD demonya Last Child. Sebelum itu, kalau tahu lagu ‘Online’ Saykoji. Itu gue dulu yang megang campaign-nya, bikin video klipnya gue yang ngerjain bareng Igor ngerjainnya. Tapi itu salah satu karya label gue yang viral saat itu,” kenang Ernest.

Terjun di Stand Up Comedy

Belum puas dengan pencapaiannya di industri musik dan merasa memiliki bakat terpendam di dunia komedi, Ernests Prakasa pun mencoba menekuni dunia baru yakni sebagai komedian tunggal alias komika.

Dia mencoba peruntungan dengan mengikuti audisi Stand Up Comedi Indonesia (SUCI) pada tahun 2011 dan meraih peringkat tiga besar. Sejak sat itu dia seringkali tampil di layar TV, utamanya mengisi acara-acara stand up comedy. Bahkan dia pernah dipercaya menjadi juri pada ajang pencarian bakat komika.

Karena seringnya tampil di TV, namanyapun menjadi populer dan dikenal banyak orang. Merasa dunia komika berjasa membesarkan namanya, Ernest Prakasa pun mendirikan komunitas yang diberi nama Stand Up Indo.

Komunitas ini merupakan komunitas pertama di Indonesia yang mewadahi pelawak tunggal. Hingga kini Stand Up Indo telah memiliki puluhan sub-komunitas di beberapa provinsi di Indonesia.

Di komunitas tersebut Ernest didaulat sebagai ketua pertama dan jabatan tersebut dia emban sampai dengan bulan Juni tahun 2013.

Tidak hanya itu prestasi Ernest Prakasa di dunia Stand Up Comedy. Dia juga menjadi komika pertama di Indonesia yang melakukan tur komedi yang dilakukannya pada tahun 2012.

Karir di Industri Perfilman

Usai menggelar tur komedi, Ernest bersama keluarganya hijrah ke Bali. Sejak itulah dia harus bolak-balik Jakarta – Bali karena sebagian besar pekerjaannya mengharuskan dia berada di Jakarta.

“Jadi waktu gue tinggal di Bali, saat mau stand up gue terbang flight pagi ke Jakarta last flight gue pulang. Tek-tok karena kan istri gue dan anak gue di Bali,” ungkapnya.

Setelah 3 tahun lamanya tinggal di Bali, suami penulis Meira Anastasia ini membawa keluarganya kembali tinggal di Jakarta, tepatnya pada tahun 2015 saat dia meluncurkan film pertamanya yang diberi judul Ngenest.

Tujuannya balik ke Jakarta tidak lain adalah agar lebih serius dalam menekuni dunia perfilman. Hal tersebut dia tunjukkan dengan membintangi sejumlah film dan memproduksi filmnya sendiri.

Beberapa judul film yang diproduksi sendiri diantaranya adalah: Cek Toko Sebelah, Susah Sinyal, Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga, Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan serta film terakhir Ernest Prakasa yang dilaunching pada 23 Desember 2021 lalu yang berjudul Teka-Teki Tika. (*)