Drama Snowdrop
Drama Snowdrop

Drama Snowdrop Tambah Kena Imbas Karena Adegan di Episode Keempatnya

Posted on

Drakor Ongoing – Drama Snowdrop kembali dibanjiri oleh kritikan dari orang-orang karena salah satu adegan yang dilibatkan dalam episodenya. Seperti yang diketahui sebelumnya, drama produksi perusahaan JTBC ini kerap mendapat hujatan.

Hal ini terjadi karena film Snowdrop membahas mengenai sejarah Korea pada masa lampau, namun sebagian orang menganggap ceritanya telah memutarbalikan sejarah yang ada.

Drama Snowdrop adalah drama yang terkenal karena dibintangi oleh salah satu member K-pop terkenal BLACKPINK, yaitu Jisoo.

Dalam film ini, Jisoo berperan sebagai seorang gadis yang terlibat dalam romansa bersama aktor Jung Hae In.

Kontroversi Episode 4 Drama Snowdrop

Kronologi Kontroversi Drakor Snowdrop yang Dinilai Menyimpang dari Sejarah

Drama Snowdrop berisi tentang hubungan Jisoo yang berperan sebagai Eun Young Ro dan Jung Hae In yang berperan sebagai Im Su Ho.

Latar cerita ini adalah di kota Seoul pada tahun 1987.

Pada episode awal, dikisahkan bahwa Im Su Ho tiba-tiba datang ke asrama wanita dalam keadaan terluka karena ditembak. Setelah itu, Eun Young Ro yang menemukannya langsung berusaha merawatnya. Tidak hanya itu, Eun Young Ro juga harus menyembunyikan sosok Im Su Ho karena pria itu sedang diincar.

Dalam episode keempatnya yang dijadwalkan pada tanggal 25 Desember 2021 lalu, ada sebuah adegan yang memperlihatkan Im Su Ho yang berkunjung ke Gereja Katolik. Dalam gereja tersebut, Im Su Ho bertemu dengan profesor Han Yi Seop (diperankan oleh Kim Jung Ho) yang berada di ruang pengakuan dosa.

Baca juga:  Sinopsis Forecasting Love and Weather Episode 3, Ha Kyung Merasa Canggung

Dalam adegan ini, Im Su Ho dibujuk oleh profesor Han Yi Seop untuk berada di pihaknya dan pura-pura menjadi anaknya.

Setelah episode ini tayang, adegan tersebut langsung menuai kritikan dari netizen.

Seorang netizen merasa bahwa adegan pertemuan itu terasa tidak pantas.

“Rasanya nggak etis kalau ruangan katedral dijadikan tempat bertemunya mata-mata.” tulis netizen tersebut dalam sebuah komunitas online.

Selain itu, warganet juga mengimbas karena lokasi syuting adegan tersebut diduga dilakukan di Katedral Myeongdong.

Katedral Myeongdong adalah katedral yang dijadikan sebagai “Tanah Suci” dari gerakan demokrasi semenjak tahun 1970-an. Tempat tersebut menjadi tempat persembunyian para mahasiswa ketika terjadi masa Pergolakan Juni.

Oleh karena hal tersebut, warganet Korea langsung bereaksi ketika menonton adegan tersebut.

“Mereka biarin mata-mata masuk ke lokasi yang ada hubungannya sama demokrasi.” komentar salah satu warganet.

“Astaga, aku sampai tidak tahu harus berkata apa lagi.” sambung warganet lain.

“Kalau begini kita harus protes sampai tingkat paroki.” tutur yang lain menambahkan.

Namun ada juga warganet yang memberikan pembelaan bahwa syuting adegan yang dilakukan di dalam rumah ibadah tidak hanya terjadi di drama Snowdrop. Selain itu lokasi tidak menyebutkan secara jelas jika memang dilakukan di Katedral Myeongdong.

Baca juga:  Episode 7 Drama Snowdrop Bikin Rating Dramanya Naik Pesat, Ada Apa?

“Ini bukan dilakukan di Katedral Myeongdong. Jangan langsung main tuduh.” komentar seorang warganet.

“Film-film lain juga ada kok yang syuting di Katedral.” imbuh warganet lainnya.

“Itu cuma scene waktu Jung Hae In lagi ngancam orang.” tambah yang lain.

Selain adegan katedral itu, ada adegan lain dimana pengawas asrama (diperankan oleh Yoon Se-Ah) sedang bicara pada Eun Yeong Ro dan temannya Gye Boon Ok (diperankan oleh Kim Hye Yoon). Adegan tersebut berhubungan Badan Keamanan Nasional.

Dalam adegan tersebut, pengawas asrama memberitahu Eun Yeong Ro dan Gye Boon Ok kalau mereka akan mendapat masalah kalau menyembunyikan mata-mata.

Dibahas disana bahwa Badan Keamanan Nasional telah mengitimidasi para rakyat sipil dan memberikan tuduhan bahwa mereka mata-mata untuk menyelidiki identitas mereka.

Meskipun pihak JTBC sudah memberikan klarifikasi bahwa drama Snowdrop tidak bertujuan ingin mendewakan gerakan anti demokrasi ataupun memutarbalik fakta sejarah, sebagian orang masih bersikeras bahwa ini adalah drama yang kontroversial.

Drama Snowdrop Dituntut ke Pengadilan

Film ini bahkan sudah sampai ke telinga pengadilan. Diketahui bahwa sebuah organisasi warga sipil yaitu WCD telah menuntut drama Snowdrop ini ke Pengadilan Distrik Barat Seoul.

Baca juga:  Fokus Ke “Sad Tropics”, Kim Seon Ho Tolak Tawaran Drama dan Iklan

WCD melaporkan bahwa drama Snowdrop dianggap telah mendewakan pihak NSA dan menyakiti perasaan dari korban yang terlibat dalam Gerakan Demokratisasi, juga keluarga dari korban.

Selain itu WCD mengaku takut jika film ini akan membuat orang-orang yang tidak mengalami sejarah tersebut jadi salah paham dengan fakta yang sebenarnya.

Tetapi pihak pengadilan berkata bahwa drama ini diputuskan akan tetap ditayangkan meskipun ada petisi yang menolak penayangan film tersebut.

Pengadilan menganggap bahwa kemungkinan publik mencap distorsi sejarah itu sebagai sebuah fakta adalah kecil.

“Kemungkinan orang-orang akan menganggap distorsi sejarah di film Snowdrop sebagai fakta itu terbilang rendah.” kata pihak pengadilan.