Aya Canina

Aya Canina Akui Pernah Alami Kasus Kekerasan, Ternyata Pelakunya Isa Elfasya

Posted on

Dunia Artis – Mantan vokalis grup Amigdala, Aya Canina membuka suara mengenai kekerasan yang pernah dialaminya. Lewat akun Instagram pribadinya, ia memposting sebuah pengakuan.

Unggahannya itu membuat heboh para warganet. Terutama karena kekerasan itu dilakukan oleh mantan pacarnya sendiri, yakni Isa Elfasya.

Kekerasan itu terjadi ketika keduanya masih bergabung dalam grup Amigdala.

Isa Elfasya Minta Maaf

uq7eurtiipehfn0ucqg6

Diketahui Isa Elfasya adalah seorang vokalis dan gitaris grup Amigdala. Tetapi, ia sudah keluar grup sejak bulan Juli 2021.

Menanggapi unggahan Aya Canina, Isa Elfasya kemudian meminta maaf lewat akun Instagram pribadinya @isaelfasya pada tanggal 11 Februari 2022.

“Saya Isa Elfasya. Dengan ini, saya ingin meminta maaf atas keributan yang sudah terjadi dan melibatkan nama saya,” kata Isa Elfasya dalam tulisannya.

Isa Elfasya menjelaskan beberapa hal, dan diantaranya merupakan permintaan maaf kepada sang mantan pacar, Aya Canina atas kekerasan yang ia lakukan selama mereka menjalin hubungan.

“Saya meminta maaf kepada Aya Canina (Andari Jamalina Pratami) atas semua yang sudah terjadi dalam hubungan kita, dan juga kekerasan yang telah saya lakukan,” sambung Isa Elfasya.

Isa Elfasya juga tak lupa meminta maaf untuk para pihak yang juga terseret dalam masalah ini.

Isa Elfasya mengaku ia sudah meminta maaf kepada Aya beberapa kali, yaitu ketika Aya meninggalkan grup Amigdala di tahun 2020. Isa juga meminta maaf lagi pada tahun 2021.

Mereka berdua dikatakan masih berkomunikasi. Isa berkata ia pernah menghubungi Aya untuk membicarakan tentang royalti lagu.

“Tetapi, kalau memang itu semua belum cukup dengan sikap baik saya selama ini, saya dengan semua kekurangan saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya pada Aya Canina,” tutur Isa Elfasya.

Lagu ‘Kukira Kau Rumah’ Ceritakan Soal Masalah Kekerasan Aya Canina

Terungkap! Nama Pelaku Kekerasan pada Aya Canina

Sekedar informasi, Aya Canina adalah penulis lirik ‘Kukira Kau Rumah’ yang kini telah diangkat menjadi film layar lebar. Lagu ini mengisahkan tentang masalah kekerasan yang ia alami selama berpacaran dengan seorang personil Amigdala.

Tetapi, pada saat itu Aya Canina merasa tidak didukung oleh teman-teman satu grup di Amigdala.

“Saya keluar dari grup Amigdala karena alami kasus kekerasan ketika berpacaran selama 3,5 tahun,” ungkap Aya Canina.

“Hal itu sangat mempengaruhi kondisi mental saya,” tambahnya.

Dari postingan itu, Aya Canina tidak menutup-nutupi siapa orang yang sudah melakukan kekerasan terhadapnya.

“Lead gitar dan Vocal 2. Ia orang yang suka bernyanyi bareng saya,” ucap Aya Canina.

Alasan Amigdala Tidak Mau Ikut Campur Masalah Aya dan Isa

Pihak Amigdala ikut membuka suara soal kasus kekerasan yang dialami oleh Aya Canina.

Dari akun Instagram, pihak Amigdala berkata akan memenuhi tuntutan yang Aya Canina berikan sebagai penyintas. Mereka juga ingin sepenuhnya berpihak pada Aya yang merupakan korban.

“Tentang kasus kekerasan seksual dari penyintas, Aya, kami dari tim Amigdala ingin menyampaikan :

  1. Kami akan memenuhi tuntutan yang dilayangkan penyintas pada kami.
  2. Kami punya komitmen untuk berpihak sepenuhnya pada penyintas, dan juga memberi ruang yang bebas dan aman dari kekerasan seksual.
  3. Kami akan mendukung pilihan penyintas untuk mendapat pemulihan dan juga keadilan,” tulis akun Instagram @musikamigdala.

Amigdala juga membenarkan bahwa kekerasan itu terjadi ketika Isa Elfasya masih menjadi bagian dari grup.

“Kami mau menambahkan bahwa sejak bulan Juli 2021, IE (pelaku) tidak menjadi salah satu bagian dari Amigdala lagi,” sambungnya.

“Tetapi, kami sadar dan mengaku bahwa kekerasan yang diterima oleh Aya Canina terjadi saat IE masih berada dalam grup,” imbuhnya.

Kemudian, pihak Amigdala mengakui sudah abai terhadap kekerasan yang terjadi di lingkungannya.

“Kami mengaku sudah abai dan tidak mencegah kekerasan itu terjadi sejak lama, karena itu kami membuat komitmen untuk belajar dari pengalaman dan ingin serius dalam menanggapi kasus kekerasan seksual, serta mengutamakan hak-hak dari para penyintas. Kami juga membuat komitmen untuk tidak lalai dan abai, serta memastikan tidak ada kekerasan seksual lagi di lingkungan kami,” tutur Amigdala.

Saat itu, pihak Amigdala tidak ikut campur karena menganggap itu adalah urusan pribadi Isa Elfasya dan Aya Canina.

“Kami lalai, dan tidak ikut campur dalam masalah pelaku dan penyintas pada masa itu karena masalah itu kami rasa adalah personal dari hubungan mereka,” ucap Amigdala.